Minggu, 06 Mei 2018

Cara Simpel Membuat Chained Dropdown dengan Codeigniter dan MySQL

Sebelum lanjut ke tutorial pembuatannya, saya akan jelaskan apa itu chained dropdown, Chained Dropdown adalah 2 buah dropdown / combo box yang keduanya saling terhubung atau berelasi. Misalnya saya memiliki combo box Provinsi dan combo box Kota. Nah combo box kota tadi isi pilihannya akan menyesuaikan dengan apa yang dipilih pada combo box provinsi. Jadi pilihan pada combo box kota tergantung apa yang dipilih pada combo box provinsi. Kurang lebih seperti itu gambaran mengenai chained dropdown ini. Sekarang kita lanjut ke langkah-langkah pembuatannya. DEMO Sebelum membaca tutorialnya, mungkin ada yang ingin melihat demonya terlebih dahulu. Silahkan klik link berikut untuk melihat demonya : Lihat Demo. STEP 1 – PERSIAPAN Buat sebuah folder dengan nama chained_dropdown lalu simpan pada folder xampp/htdocs/ Buat sebuah folder dengan nama images, lalu simpan pada folder xampp/htdocs/chained_dropdown/. Buat sebuah folder dengan nama js, lalu simpan pada folder xampp/htdocs/chained_dropdown/. Download plugin JQUERY, klik link berikut : Download. Bingung cara downloadnya? klik disini untuk melihat caranya. Copy and paste file jquery.min.js yang telah di download tadi ke dalam folder xampp/htdocs/chained_dropdown/js/. Download gambar loading, klik link berikut : Download. Bingung cara downloadnya? klik disini untuk melihat caranya. Copy and paste file loading.gif yang telah di download tadi ke dalam folder xampp/htdocs/chained_dropdown/images/. Download Framework Codeigniter, klik link berikut : download. Bingung cara downloadnya? klik disini untuk melihat caranya. Copy and paste file codeigniter_v3.7z yang telah di download tadi ke folder xampp/htdocs/chained_dropdown. Ekstrak file codeigniter_v3.7z nya. STEP 2 – DATABASE Pada step ini, kita akan membuat databasenya. ikuti langkah-langkah berikut ini : Buat sebuah database dengan nama mynotescode Buat sebuah tabel dengan nama provinsi. Struktur tabelnya sebagai berikut : Struktur Tabel Provinsi - Cara Simpel Membuat Chained Dropdown dengan Codeigniter dan MySQL CREATE TABLE IF NOT EXISTS `provinsi` ( `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT, `nama` varchar(100) NOT NULL, PRIMARY KEY (`id`) ); Buat sebuah tabel lagi dengan nama kota. Struktur tabelnya sebagai berikut : Struktur Tabel Kota - Cara Simpel Membuat Chained Dropdown dengan Codeigniter dan MySQL CREATE TABLE IF NOT EXISTS `kota` ( `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT, `id_provinsi` int(11) NOT NULL, `nama` varchar(100) NOT NULL, PRIMARY KEY (`id`) ); STEP 3 – KONFIGURASI Karena dibuat dengan Codeigniter, pertama kita harus melakukan konfigurasi terlebih dahulu pada framework codeigniternya. Baca Juga: Tutorial Codeigniter Bahasa Indonesia Lengkap Plus Source Code Tutorial PHP Bahasa Indonesia Lengkap Plus Source Code Cara Membuat Export Data Ke Excel Dengan PHPExcel dan Codeigniter Cara Mudah Menghitung Nilai IPK Menggunakan Pascal Buka folder xampp/htdocs/chained_dropdown/application/config/ Buka file config.php Cari kode berikut $config['base_url'] = '';Ubah kode tersebut jadi seperti ini : $config['base_url'] = 'http://localhost/chained_dropdown/'; Kode diatas digunakan untuk menset baseurlnya. Lalu simpan file tersebut. Buka file autoload.php Cari kode berikut ini : $autoload['libraries'] = array(); $autoload['helper'] = array(); Ubah jadi seperti ini : $autoload['libraries'] = array('database'); $autoload['helper'] = array('url'); Kode diatas digunakan untuk memuat (menload) class database dan url. Lalu simpan file tersebut. Buka file routes.php Cari kode berikut ini : $route['default_controller'] = 'welcome'; Ubah jadi seperti ini : $route['default_controller'] = 'form'; Kode diatas digunakan untuk menset controller mana yang akan diload pertama kali. Secara default, Codeigniter telah menset default controller yaitu welcome. Disini kita set default controller menjadi form. Lalu simpan file tersebut. Buka file database.php Cari kode berikut ini : 'hostname' => 'localhost', 'username' => '', 'password' => '', 'database' => '', Ubah jadi seperti ini : 'hostname' => 'localhost', // Nama host 'username' => 'root', // Username 'password' => '', // Jika menggunakan password isi, jika tidak kosongkan saja 'database' => 'mynotescode', // Nama databasenya Kode diatas digunakan untuk koneksi ke database. Lalu simpan file tersebut. STEP 4 – BUAT MODEL #1 Pertama kita akan membuat model untuk provinsi. Buat sebuah file dengan nama ProvinsiModel.php, lalu simpan pada folder xampp/htdocs/chained_dropdown/application/models/. Berikut ini kodenya : db->get('provinsi')->result(); // Tampilkan semua data yang ada di tabel provinsi } } Pada kode diatas, kita membuat sebuah fungsi view(). dimana didalamnya terdapat kode return $this->db->get(‘provinsi’)->result(). Kode tersebut berfungsi untuk menampilkan semua data pada tabel provinsi. Struktur dasar penulisannya seperti ini : return $this->db->get(‘nama_tabel‘)->result(). Lalu pada kode diatas juga ada kode return, kode tersebut digunakan untuk mengeluarkan hasil dari sebuah fungsi. Pada kasus diatas, hasil yang dikeluarkan oleh return yaitu data-data provinsi. Baca Juga: Tutorial Codeigniter Bahasa Indonesia Lengkap Plus Source Code Tutorial PHP Bahasa Indonesia Lengkap Plus Source Code Cara Membuat Crop Gambar Plus Upload dengan PHP Cara Membuat Pencarian Tanpa Refresh Halaman dengan PHP dan AJAX #2 Kedua kita akan buat model untuk kota. Buat sebuah file dengan nama KotaModel.php, lalu simpan pada folder xampp/htdocs/chained_dropdown/application/models/. Berikut ini kodenya : db->where('id_provinsi', $id_provinsi); $result = $this->db->get('kota')->result(); // Tampilkan semua data kota berdasarkan id provinsi return $result; } } Hampir sama seperti fungsi view() di model provinsi. Hanya saja, pada fungsi viewByProvinsi() disini, kita akan menampilkan semua data kota berdasarkan provinsinya. Pada kode diatas terdapat kode $this->db->where(‘id_provinsi’, $id_provinsi);, kode ini yang berguna untuk menyeleksi data kota berdasarkan provinsi. Jadi tidak akan semua kota yang munculnya. Pada fungsi ini juga, kita membutuhkan parameter $id_provinsi, id tersebut adalah ID Provinsi yang nantinya akan kita ambil dari controller. STEP 5 – BUAT CONTROLLER Pada tahap ini, kita akan membuat controllernya. Buat sebuah file dengan nama Form.php, lalu simpan pada folder xampp/htdocs/chained_dropdown/application/controllers/. Berikut ini kodenya : load->model('ProvinsiModel'); $this->load->model('KotaModel'); } public function index(){ $data['provinsi'] = $this->ProvinsiModel->view(); $this->load->view('form', $data); } public function listKota(){ // Ambil data ID Provinsi yang dikirim via ajax post $id_provinsi = $this->input->post('id_provinsi'); $kota = $this->KotaModel->viewByProvinsi($id_provinsi); // Buat variabel untuk menampung tag-tag option nya // Set defaultnya dengan tag option Pilih $lists = ""; foreach($kota as $data){ $lists .= ""; // Tambahkan tag option ke variabel $lists } 5 $callback = array('list_kota'=>$lists); // Masukan variabel lists tadi ke dalam array $callback dengan index array : list_kota echo json_encode($callback); // konversi varibael $callback menjadi JSON } } Pada controller ini, kita membuat 3 fungsi. fungsi pertama yaitu public function __construct(){, fungsi ini berfungsi untuk menjalankan suatu aksi ketika controller main diload. Didalam fungsi ini, terdapat kode $this->load->model(‘ProvinsiModel’); dan kode $this->load->model(‘KotaModel’);, kode tersebut berfungsi untuk memuat (meload) model provinsi dan kota (yang pada step sebelumnya kita buat) agar kita bisa mengakses fungsi-fungsi yang ada didalam model tersebut. Fungsi yang kedua yaitu public function index(). Dalam fungsi ini ada kode $data[‘provinsi’] = $this->ProvinsiModel->view();, kode tersebut digunakan untuk mengambil hasil query sql dari fungsi view() yang ada pada model provinsi (ProvinsiModel.php) lalu memasukannya ke dalam array data dengan index provinsi ($data[‘provinsi’]). Pada fungsi index() ini juga, terdapat kode $this->load->view(‘form’, $data);. Kode tersebut berfungsi untuk memuat (meload) file form.php yang ada di folder views (file ini akan kita buat pada step selanjutnya) dan mengirimkan array data ($data) tadi ke file tersebut. Fungsi yang kedua yaitu public function listKota(). Fungsi ini berguna untuk menampilkan data kota berdasarkan provinsi yang dikirim oleh Ajax dari form. Alur dari request dengan ajax ini adalah Pertama, kita telah memberi sebuah kode dengan event onchange pada combo box provinsi. Kode tersebut akan mengeksekusi kode ajax yang digunakan untuk mengirim data ID Provinsi yang diplih oleh user ke file option_kota.php. Di file tersebut akan dilakukan proses query sql untuk menampilkan data kota berdasarkan ID Provinsi yang di kirim tadi. Lalu file fungsi listKota() ini akan menghasilkan sebuah tag-tag option kota yang kemudian di konversi menjadi JSON untuk nantinya di ambil kembali hasil JSON tadi oleh AJAX. Lalu AJAX akan me-replace isi dari tag select kota sesuai JSON yang diterima tadi dari option_kota.php. STEP 6 – BUAT FORM Selanjutnya kita akan buat sebuah file untuk menampilkan form dropdown provinsi dan kota. Buat file baru dengan nama form.php, lalu simpan pada folder xampp/htdocs/chained_dropdown/application/views/. Berikut ini kode dan tampilannya : Form - Cara Simpel Membuat Chained Dropdown dengan Codeigniter dan MySQL form.php, lalu simpan pada folder xampp/htdocs/chained_dropdown/application/views/. Berikut ini kode dan tampilannya : Chained Dropdown

Chained Dropdown


Provinsi
Kota
Loading...
Pada kode diatas terdapat kode foreach($provinsi as $data){, kode tersebut akan manampilkan satu per satu data provinsi sampai data provinsi yang terakhir. echo “

Tutorial Codeigniter Bahasa Indonesia Lengkap Plus Source Code

Apa itu Framework? Framework secara sederhana dapat diartikan kumpulan dari fungsi-fungsi/prosedur-prosedur dan class-class untuk tujuan tertentu yang sudah siap digunakan sehingga bisa lebih mempermudah dan mempercepat pekerjaan seorang programer, tanpa harus membuat fungsi atau class dari awal. Ada beberapa alasan mengapa menggunakan Framework: Mempercepat dan mempermudah pembangunan sebuah aplikasi web. Relatif memudahkan dalam proses maintenance karena sudah ada pola tertentu dalam sebuah framework (dengan syarat programmer mengikuti pola standar yang ada) Umumnya framework menyediakan fasilitas-fasilitas yang umum dipakai sehingga kita tidak perlu membangun dari awal (misalnya validasi, ORM, pagination, multiple database, scaffolding, pengaturan session, error handling, dll Lebih bebas dalam pengembangan jika dibandingkan CMS Framework Codeigniter CodeIgniter merupakan aplikasi sumber terbuka yang berupa framework PHP dengan model MVC (Model, View, Controller) untuk membangun website dinamis dengan menggunakan PHP. CodeIgniter memudahkan developer untuk membuat aplikasi web dengan cepat mudah dibandingkan dengan membuatnya dari awal. CodeIgniter dirilis pertama kali pada 28 Februari 2006. Versi stabil terakhir adalah versi 3.0.4 MVC (Model, View, Controller) Model View Controller merupakan suatu konsep yang cukup populer dalam pembangunan aplikasi web, berawal pada bahasa pemrograman Small Talk, MVC memisahkan pengembangan aplikasi berdasarkan komponen utama yang membangun sebuah aplikasi seperti manipulasi data, user interface, dan bagian yang menjadi kontrol aplikasi. Terdapat 3 jenis komponen yang membangun suatu MVC pattern dalam suatu aplikasi yaitu : View, merupakan bagian yang menangani presentation logic. Pada suatu aplikasi web bagian ini biasanya berupa file template HTML, yang diatur oleh controller. View berfungsi untuk menerima dan merepresentasikan data kepada user. Bagian ini tidak memiliki akses langsung terhadap bagian model. Model, biasanya berhubungan langsung dengan database untuk memanipulasi data (insert, update, delete, search), menangani validasi dari bagian controller, namun tidak dapat berhubungan langsung dengan bagian view. Controller, merupakan bagian yang mengatur hubungan antara bagian model dan bagian view, controller berfungsi untuk menerima request dan data dari user kemudian menentukan apa yang akan diproses oleh aplikasi. Dengan menggunakan prinsip MVC suatu aplikasi dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan developernya, yaitu programmer yang menangani bagian model dan controller, sedangkan designer yang menangani bagian view, sehingga penggunaan arsitektur MVC dapat meningkatkan maintanability dan organisasi kode. Walaupun demikian dibutuhkan komunikasi yang baik antara programmer dan designer dalam menangani variabel-variabel yang akan ditampilkan. Ada beberapa kelebihan CodeIgniter (CI) dibandingkan dengan Framework PHP lain, Performa sangat cepat : salah satu alasan tidak menggunakan framework adalah karena eksekusinya yang lebih lambat daripada PHP from the scracth, tapi Codeigniter sangat cepat bahkan mungkin bisa dibilang codeigniter merupakan framework yang paling cepat dibanding framework yang lain. Konfigurasi yang sangat minim (nearly zero configuration) : tentu saja untuk menyesuaikan dengan database dan keleluasaan routing tetap diizinkan melakukan konfigurasi dengan mengubah beberapa file konfigurasi seperti database.php atau autoload.php, namun untuk menggunakan codeigniter dengan setting standard, anda hanya perlu mengubah sedikit saja file pada folder config. Banyak komunitas: dengan banyaknya komunitas CI ini, memudahkan kita untuk berinteraksi dengan yang lain, baik itu bertanya atau teknologi terbaru. Dokumentasi yang sangat lengkap : Setiap paket instalasi codeigniter sudah disertai user guide yang sangat bagus dan lengkap untuk dijadikan permulaan, bahasanya pun mudah dipahami. Dan banyak lagi yang lainnya. Daftar Menu Tutorial Cara Membuat Laporan PDF dengan Codeigniter dan Html2Pdf : Lihat Cara Membuat 1 File Template untuk Semua Tampilan dengan Codeigniter : Lihat Cara Mudah Membuat CRUD dengan Codeigniter dan MySQL : Lihat Cara Membuat Upload Gambar dengan Codeigniter dan MySQL : Lihat Cara Mudah Membuat Upload Gambar Tanpa Refresh dengan Codeigniter : Lihat Cara Mudah Membuat Export Excel Tanpa Plugin dengan Codeigniter : Lihat Cara Membuat Export Data Ke Excel Dengan PHPExcel dan Codeigniter : Lihat Cara Simpel Membuat Chained Dropdown dengan Codeigniter dan MySQL : Lihat Cara Membuat Pencarian Data dan Menampilkannya ke Textbox dengan Codeigniter : Lihat Cara Membuat Pencarian Tanpa Refresh Halaman dengan Codeigniter : Lihat Cara Membuat Import Data Dari Excel dengan Codeigniter dan PHPExcel : Lihat Cara Membuat Import Data Dari CSV dengan Codeigniter dan PHPExcel : Lihat Cara Mudah Membuat Pagination dengan Codeigniter : Lihat Cara Membuat Export Data Dari Database ke CSV Dengan Codeigniter : Lihat Semoga catatan-catatan ini bisa bermanfaat untuk Anda. SHARE jika Anda menyukai tutorial-tutorial tersebut. Terimakasih. Happy Coding ^_^

Cara Mudah Membuat CRUD dengan Codeigniter dan MySQL

form_close() Ini akan menghasil kan penutup tag form : STEP 9 – FORM UBAH Selanjutnya kita akan coba membuat form untuk menambah datanya. Buat sebuah file dengan nama form_ubah.php, lalu simpan pada folder xampp/htdocs/crud_ci/application/views/siswa/. Berikut tampilan dan kodenya : Form Ubah - Cara Mudah Membuat CRUD dengan Codeigniter dan MySQL Form Ubah - CRUD Codeigniter

Form Ubah Data Mahasiswa


nis); ?>
NIS
Nama
Jenis Kelamin jenis_kelamin == "Laki-laki")? true : false); ?>> Laki-laki jenis_kelamin == "Perempuan")? true : false); ?>> Perempuan
Telepon
Alamat

Variabel $siswa ini adalah hasil dari query pada controller siswa di function ubah. Lalu kita set terhadap masing-masing inputan pada form agar bisa menampilkan data sebelumnya. disini kita memanfaat kan fungsi buatan codeigniter yaitu set_value(name_textbox, valuenya). Mungkin sekian untuk catatan kali ini. Semoga bisa bermanfaat. Jika ada yang kurang dipahami, langsung tanyakan pada form komentar dibawah ini. Jangan lupa LIKE dan SHARE nya, Terimakasih banyak. Happy Coding ^_^

Sabtu, 05 Mei 2018

Pengertian Framework Codeigniter (CI)

Assalmualaikum Warahmatullahi Wabarakatu Bismilahirrahmanirrahiim Dalam dunia pemrograman mendapatkan masalah adalah hal yang biasa, untuk bisa memecahkan masalah tersebut pastinya kita membutuhkan solusi, pembahasan blog saya ini mencoba membantu sobat untuk memecahkan masalah yang sobat alami jika itu ada hubungannya dengan postingan saya ini ,dan pastinya postingan saya ini dapat menambah ilmu pengetahuan sobat tentang pemrograman php, oke langsung saja ini dia tentang Codeigniter .... CodeIgniter adalah aplikasi open source yang merupakan framework dengan konsep model MVC (Model, View, Controller) untuk membangun website dinamis dengan menggunakan PHP. CodeIgniter memudahkan developer untuk membuat aplikasi web dengan cepat dan mudah dibandingkan dengan membuatnya dari awal. Codeigniter juga merupakan sebuah framework untuk membangun sebuah aplikasi website dinamis menggunakan PHP yang dapat digunakan dengan cepat dan mudah tanpa harus membangun apilkasi PHP dari awal. Situs resmi CodeIgniter : http://www.codeigniter.com Framework secara sederhana dapat diartikan kumpulan dari fungsi-fungsi/prosedur-prosedur dan class-class untuk tujuan tertentu yang sudah siap digunakan sehingga bisa lebih mempermudah dan mempercepat pekerjaan seorang pemrograman, tanpa harus membuat fungsi atau class dari awal. Ada beberapa alasan mengapa menggunakan Framework: Mempercepat dan mempermudah untuk membangun sebuah website atau aplikasi web. Proses maintenance lebih mudah karena sudah ada skema tertentu dalam sebuah framework. Secara umum framework menyediakan fasilitas-fasilitas yang umum dipakai sehingga kita tidak perlu membangun dari awal (misalnya validasi, pagination, multiple database, scaffolding, session, error handling, dsb). Pengertian MVC (Model View Controller). Model View Controller merupakan suatu konsep yang cukup populer dalam pembangunan aplikasi web, berawal pada bahasa pemrograman Small Talk, MVC memisahkan pengembangan aplikasi berdasarkan komponen utama yang membangun sebuah aplikasi seperti manipulasi data, user interface, dan bagian yang menjadi kontrol aplikasi. Terdapat 3 jenis komponen yang membangun suatu MVC pattern dalam suatu aplikasi yaitu : View, merupakan bagian yang menangani presentation logic. Pada suatu aplikasi web bagian ini biasanya berupa file template HTML, yang diatur oleh controller. View berfungsi untuk menerima dan merepresentasikan data kepada user. Bagian ini tidak memiliki akses langsung terhadap bagian model. Model, biasanya berhubungan langsung dengan database untuk memanipulasi data (insert, update, delete, search), menangani validasi dari bagian controller, namun tidak dapat berhubungan langsung dengan bagian view. Controller, merupakan bagian yang mengatur hubungan antara bagian model dan bagian view, controller berfungsi untuk menerima request dan data dari user kemudian menentukan apa yang akan diproses oleh aplikasi. Dengan menggunakan prinsip MVC suatu aplikasi dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan developernya, yaitu programmer yang menangani bagian model dan controller, sedangkan designer yang menangani bagian view, sehingga penggunaan arsitektur MVC dapat meningkatkan maintanability dan organisasi kode. Walaupun demikian dibutuhkan komunikasi yang baik antara programmer dan designer dalam menangani variabel-variabel yang akan ditampilkan. Beberapa kelebihan framework CodeIgniter : Performa sangat cepat. Konfigurasi yang sangat minim. Banyak komunitas pengguna atau forum CI. Dokumentasi yang sangat lengkap. Mudah untuk dipelajari. Menggunakan MVC (Model View Controller). sampai disini dulu tutorial dari saya , Semoga tutorial ini bermanfaat bagi sobat, atas segala kekuranganya mohon dimaafkan dan di beri saran.

Selasa, 25 Juli 2017

Tutorial membuat program laundry dengan vb.net


TAMPILAN PROGRAM




Kali ini ane share lg program laundry gan,,program ini hanya basic aja selanjutnya silahkan agan2 kembangin lg supaya bisa lebih memiliki nilai jual gan.. :D
Oke langsung aja ke Koding again..

CODE :

Imports System.Data.OleDb

Public Class Form1
    Public conn As New OleDbConnection
    Public dtAdapter As New OleDbDataAdapter
    Public cmd As OleDbCommand
    Public perintah, alamat As String

    Public Sub koneksi()
        alamat = "Provider=Microsoft.Jet.OLEDB.4.0;Data Source= " & Application.StartupPath & "\DbUjian.mdb"
        conn = New OleDbConnection(alamat)
    End Sub

    Public Sub tampildata()
        perintah = "select * from tbLaundry"
        dtAdapter = New OleDbDataAdapter(perintah, conn)
        Dim dttable As New DataTable
        dttable.Clear()
        dtAdapter.Fill(dttable)
        DataGridView1.DataSource = dttable
    End Sub

    Public Sub carinama()
        perintah = "select * from tbLaundry where nama like '%" & txtcari.Text & "%'"
        dtAdapter = New OleDbDataAdapter(perintah, conn)
        Dim dttable As New DataTable
        dttable.Clear()
        dtAdapter.Fill(dttable)
        DataGridView1.DataSource = dttable
    End Sub

    Public Sub caritgl()
        perintah = "select * from tbLaundry where tgl like '%" & txtcari.Text & "%'"
        dtAdapter = New OleDbDataAdapter(perintah, conn)
        Dim dttable As New DataTable
        dttable.Clear()
        dtAdapter.Fill(dttable)
        DataGridView1.DataSource = dttable
    End Sub

    Public Sub kosong()
        txtnama.Text = ""
        cmbbrt.Text = ""
        txthrg.Text = ""
        txtbyr.Text = ""
        txtsisa.Text = ""
        txtnama.Focus()
        ubhbtn.Enabled = False
        hpsbtn.Enabled = False
    End Sub

    Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        koneksi()
        conn.Open()
        tampildata()
        kosong()
    End Sub

    Private Sub cmbbrt_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles cmbbrt.SelectedIndexChanged
        Select Case cmbbrt.Text
            Case "1 Kg"
                txthrg.Text = "6000"
            Case "2 Kg"
                txthrg.Text = "12000"
            Case "3 Kg"
                txthrg.Text = "18000"
            Case "4 Kg"
                txthrg.Text = "24000"
            Case "5 Kg"
                txthrg.Text = "30000"
        End Select
    End Sub

    Private Sub tmbhbtn_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles tmbhbtn.Click
        If txtnama.Text = "" Or cmbbrt.Text = "" Or txthrg.Text = "" Then
            MsgBox("Data Belum Lengkap")
            kosong()
            Exit Sub
        Else
            perintah = "insert into tbLaundry values ('" & DateTimePicker1.Value & "','" & txtnama.Text & "','" & cmbbrt.Text & "','" & txthrg.Text & "','" & txtbyr.Text & "','" & txtsisa.Text & "')"
            cmd = New OleDbCommand(perintah, conn)
            cmd.ExecuteNonQuery()
            MsgBox("Data Berhasil di Tambah")
            tampildata()
            kosong()
        End If
    End Sub

    Private Sub ubhbtn_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles ubhbtn.Click
        Dim edit As String
        edit = "update tbLaundry set tgl = '" & DateTimePicker1.Value & "',brt='" & cmbbrt.Text & "',hrg='" & txthrg.Text & "',byr='" & txtbyr.Text & "',sisa='" & txtsisa.Text & "', nama='" & txtnama.Text & "'"
        cmd = New OleDbCommand(edit, conn)
        cmd.ExecuteNonQuery()
        MsgBox("Data Berhasil di Ubah")
        tampildata()
        kosong()
    End Sub

    Private Sub hpsbtn_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles hpsbtn.Click
        Dim hapus As String = "Delete from tbLaundry where nama ='" & txtnama.Text & "'"
        cmd = New OleDbCommand(hapus, conn)
        cmd.ExecuteNonQuery()
        MsgBox("Data Berhasil Dihapus")
        tampildata()
        kosong()
    End Sub

    Private Sub DataGridView1_CellContentDoubleClick(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.DataGridViewCellEventArgs) Handles DataGridView1.CellContentDoubleClick
        Dim i As Integer
        i = Me.DataGridView1.CurrentRow.Index
        With DataGridView1.Rows.Item(i)
            DateTimePicker1.Value = .Cells(0).Value
            txtnama.Text = .Cells(1).Value
            cmbbrt.Text = .Cells(2).Value
            txthrg.Text = .Cells(3).Value
            txtbyr.Text = .Cells(4).Value
            txtsisa.Text = .Cells(5).Value
            DateTimePicker1.Focus()
        End With
        ubhbtn.Enabled = True
        hpsbtn.Enabled = True
    End Sub

    Private Sub RadioButton2_CheckedChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles RadioButton2.CheckedChanged
        caritgl()
    End Sub

    Private Sub RadioButton1_CheckedChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles RadioButton1.CheckedChanged
        carinama()
    End Sub

    Private Sub txtcari_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles txtcari.KeyPress
        If e.KeyChar = Chr(13) Then
            If RadioButton1.Checked Then
                carinama()
            ElseIf RadioButton2.Checked Then
                caritgl()
            End If
        End If
    End Sub

    Private Sub btlbtn_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btlbtn.Click
        kosong()
    End Sub

    Private Sub txtbyr_TextChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles txtbyr.TextChanged
        txtsisa.Text = Val(txtbyr.Text) - Val(txthrg.Text)
    End Sub
End Class

Tutorial Belajar PHP Part 5: Cara Menjalankan File PHP dengan XAMPP


Tutorial Belajar PHP Part 5: Cara Menjalankan File PHP dengan XAMPP



Setelah sebelumnya kita mempraktekkan cara menjalankan web server Apache dengan XAMPP, dalam tutorial kali ini kita akan langsung mencoba menjalankan file PHP melalui aplikasi XAMPP.Mengenal Folder htdoc
Agar dapat mengakses halaman PHP dari web browser, maka anda harus menempatkan file PHPdi dalam folder khusus yang merupakan folder home dari web server.
Pada aplikasi XAMPP, folder tersebut adalah folder htdocs yang berada di dalam folder instalasi XAMPP. Jika anda mengubah tempat instalasi XAMPP menjadi D:\xampp (jika mengikuti tutorial sebelumnya), maka folder tersebut seharusnya berada di D:\xampp\htdocs.
Cara Menjalankan File PHP - Lokasi Folder htdoc
Anda bisa meletakkan file PHP langsung di dalam folder ini, atau agar memudahkan pencarian file, buatlah sebuah folder baru di dalam folder htdocs ini. Untuk tutorial belajar PHP di dalam duniailkom ini, saya akan membuat folder “belajar”. Folder belajar inilah yang akan kita jadikan sebagai tempat file PHP nantinya.

Cara Menulis File PHP

File PHP pada dasarnya merupakan file text biasa yang bisa dibuat menggunakan aplikasi notepad bawaan windows, namun untuk fitur yang lebih, anda dapat menggunakan aplikasi editor text seperti Notepad++, yang dapat di download di http://notepad-plus-plus.org/download/. Cara penginstallan aplikasi Notepad++ pernah saya bahas pada Tutorial HTML: Memilih Aplikasi Editor HTML.


Sebagai text-editor alternative, anda bisa mencoba Sublime Text 2. Aplikasi editor ini adalah favorit banyak programmer karena fitur dan tampilannya. Walaupun aplikasi ini tidak gratis (berbayar), anda bisa menggunakannya selama mungkin, karena tidak ada jangka waktu penggunaanya. Sublime Text 2 bisa didapat di alamat: http://www.sublimetext.com/.
Kembali ke folder belajar yang berada di D:\xampp\htdocs\belajar, kita akan membuat sebuah file baru. Untuk pembuatan file ini anda dapat menggunakan notepad bawaan Windows maupun Notepad++.
Sebagai isian dari file tersebut, silahkan ketikkan kode berikut:
<?php
   echo "Saya sedang belajar PHP di duniailkom.com";
   echo "<br />";
   echo "Hello World...";
?>
Lalu savelah sebagai coba.php. Sehingga file tersebut akan berada pada alamat D:\xampp\htdocs\belajar\coba.php. Sampai tahap ini, sebenarnya kita telah membuat sebuah file PHP sederhana. Untuk menjalankannya, kita harus menggunakan web browser.

Cara Menjalankan File PHP

Jika Web Server Apache belum berjalan, silahkan menjalankannya terlebih dahulu, seperti pada tutorial Cara Menjalankan Web Server Apache dengan XAMPP.
Selanjutnya buka browser, dan ketikkan alamat berikut: localhost/belajar/coba.php pada address bar dan tekan Enter.
Jika anda mengikutinya langkah-langkah diatas dengan benar, maka di dalam web browser akan tampil seperti tampilan di berikut:
Cara Menjalankan File PHP - Hello World
Selamat! Anda telah berhasil menjalankan file PHP pertama anda, walaupun file PHP tersebut tidak mengerjakan apa-apa selain menampilkan beberapa baris text.
Sebelum mengakhiri tutorial ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait cara menjalankan file PHP:
  • File php yang akan dijalankan harus berada di dalam folder D:\xampp\htdocs, baik itu di dalam folder tersebut, atau folder-folder dibawahnya. Untuk menjalankan di dalam browser, anda tinggal mengganti alamat D:\xampp\htdocs menjadi localhost. Namun Jika file php tersebut berada di luar folder htdoc, maka web server tidak bisa mengaksesnya.
  • Setiap file PHP harus ditulis menggunakan akhiran .php (walaupun hal ini bisa dirubah pada settingan modul php).
  • Penamaan file PHP, harus tanpa spasi dan sebaiknya menggunakan huruf kecil. Anda dapat menggunakan underscore (_) sebagai pengganti spasi.

Belajar HTML Dasar Part 15: Tutorial HTML Dasar (Finish)


Pengenalan HTML


HTML adalah singkatan dari HyperText Markup Language. Ini adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi. Bahkan cukup tinggi sehingga mudah dipelajari oleh mereka yang awam sekalipun. Apabila anda memakai aplikasi pengolah kata jaman dahulu seperti WordStar atau WS, maka anda akan sangat mudah memahami bahasa HTML ini.

CARA MEMBUAT FILE HTML

Untuk membuat file HTML sangatlah mudah. Anda cukup menuliskan beberapa baris kata yang ingin anda tampilkan dan simpan filenya dengan ekstensi html. Tapi biasanya secara default, Windows menyembunyikan ekstension sehingga agak sulit bagi anda untuk mengubah extension-nya. Maka, kita perlu menampilkannya terlebih dahulu.
Pertama, buka Windows Explorer dan buat satu folder khusus untuk belajar kita. Sebut saja nama foldernya TUTORIAL.
Klik menu Tools – Folder Options
Menu Folder OptionsKlik Tab View lalu hilangkan centang pada opsi Hide Extension for Known File Types
Show Hidden File ExtensionMaka anda akan bisa melihat extension semua file. Sekarang untuk membuat sebuah file HTML, anda cukup klik kanan di folder tersebut lalu pilih New – Text Document.
Sekarang beri nama file html pertama kita dengan nama pertamax.html Akan muncul peringatan karena anda telah mengubah extension. Klik saja Yes.
Peringatan
Sekarang anda sudah siap untuk mulai menulis bahasa HTML ðŸ™‚

Cara Simpel Membuat Chained Dropdown dengan Codeigniter dan MySQL

Sebelum lanjut ke tutorial pembuatannya, saya akan jelaskan apa itu chained dropdown, Chained Dropdown adalah 2 buah dropdown / combo box y...